Kamis, 23 Februari 2012

Beberapa moment yang terlewat....

Foto 1 : Saat rekan konsul saya sedang merencanakan suatu acara, kami mesti berkumpul di suatu tempat agar mudah menyetarakan pendapat serta menyelesaikan kendala-kendalanya. Saat saya kelas empat KMI, tempat yang paling sering kami gunakan untuk berkumpul adalah rumah salah satu dari rekan konsulat malang yaitu Hirzul. Tapi, sekarang sudah tidak lagi karena ada beberapa masalah, akhirnya tempat berkumpul berpindah ke rumah Hisyam.


Foto 2 : Hmmm..... Indahnya kota Kediri memang tak seindah Kota Malang. Tapi, apa salahnya jika saya berkunjung ke pusat Kota ini. Saat itu, saya sedang menemani teman untuk suatu keperluan. Karena waktu Sholat Ashar sudah masuk, kami mencari masjid untuk Sholat. Ketemulah Masjid Agung Kediri. Bangunannya yang mega membuat saya terkagum-kagum sampai2 saya sempat mengambi gambar di masjid ini. Dari masjid ini saya bisa melihat ramainya jalan raya yang tiada habis dengan kendaraan serta alun-alun yang tak pernah kosong dengan pejalan kaki dan pedagang kaki lima.

Foto 3 : Saat itu adalah saat yang sekarang dengan sebenarnya ingin sekali saya ulangi. karena rasa penyesalan yang tak akan pernah hilang sampai akhir hayat. Yah, di situlah saya berjuang bersama keenam kawan saya. Dari Kanan bawah : Al-Khaledi Kurnialam, Rajih Arraki' (Myself), Taufik Nugroho, Ricky Nuari, Laili Annas Sholihan. Kanan Atas : M. Iksan Rahmadian, Iir Sholahuddin. Sekarang saya ingin sekali memberikan bantuan apapun untuk ITQAN tapi, ada saja penghalang yang tak bisa saya tembus. Entahlah... Takdir Allah berkata lain. Tapi saya yakin pasti Allah memberikan jalan keluarnya....

Foto 4 : Saya lupa bulan apa, yang penting di awal tahun, saya sempat berkunjung ke tempat adik2 saya berjuang. Gontor Putri 2 dan Gontor Putri 3. Entah apa yang membuat bingung yang pasti pikiran saya lebih bingung ditumpuk bimbang ditambah galau dan dilapisi risau serta pilihan.... akhrinya saya memutuskan untuk menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sana. Saya tidak sendirian. Dengan teman saya bernama Huda Ihsanilhaq, kami berselancar dari Kediri ke Ngawi. Memang kalau tidak karena pertolongan Allah kami tak akan sampai tepat waktu. Karena, waktu itu hari kamis dan adik saya ingin periksa di hari Jum'at. Sedangkan saya baru dapat izin pada hari kamis siang. Jika saat itu saya naik bis mungkin saya akan sampai sana Jum'at siang atau lebih siang lagi. Pikiran saya panjang karena bis. Yah... ini memang sekali seumur hidup dan Insyaallah jika tidak ada sesuatu genting yang membuat saya bigini tidak akan saya lakukan lagi. Memang keselematan itu lebih penting. Walhasil, saya sempat terjatuh gara-gara di depan saya ada truk gandeng menyelip truk tangki pertamina. Terang saja jalan aspal selebar itu langsung penuh tak tersisa. Terpaksa saya k pinggir sedangkan kecepatan masih 40. saat rem saya injak tepat ada lubang yang tidak lumayan besar di depan saya. otomatis keseimbangan hilang dan ....... Allah berkehendak lain dari pikiran saya. Keajaiban Allah terlihat...... benar-benar saya kurang do'a dan kurang ibadah.... benar-benar menyesal.... di perjalanan pulang, saya merasa sedikit tertekan dan tidka tenang mengingat saat saya terjatuh, saya membonceng adik saya. Adik saya memang tidak apa-apa. hanya sedikit luka. Tapi, kasihan... dia belum merasakan kejadian sedemikian rupa. Yang terjadi biarlah terjadi. Ambil sisi positifnya. Itu menjadi pengalaman hidup bagi saya dan adik saya agar selalu mengingat keluarga dan mengingat apa tujuannya menuntut ilmu di pondok... owh... untunglah ada Huda.... teman saya ini baik sekali.. kalau tidak ada dia mungkin saya tidak bisa kembali ke pondok hari itu juga... Allah maha tahu apa isi hati hamba-Nya....
Pesan untukku :
1. Mementingkan apa yang orang tua katakan
2. Bersikap tenang saat mengendarai motor
3. Positive thinking....

Foto 5 : Hey! Ada anak burung!... begitulah gumam saya saat menggeser mouse ke arah kanan. awalnya saya belum sadar kalau ada anak burung di samping kanan mouse komputer di kantor DCC. Tapi saya kaget saat itu. tak bisa dipercaya. siapa yang membawanya ke sini.. hahahaaaa...... ternyata salah seorang rekan saya karena melihat burung tersebut terjatuh dari pohon depan kantor Guru lalu membawanya ke kantor DCC. Hmm... saya dgn huda memberinya sedikit beras dan air selama 2 hari tapi setelah dua hari, burung ini bersikeras untuk keluar dari ruangan. ia ingin terbang!. Ya.. saya bawa ia ke mana ia suka. Saat ia mencoba terbang... jatuh!.. untuk kedua kalinya saya bantu dia untuk terbang.. kepak.. kepak.. kepak.. jatuh! terus menerus sampai ke tempat yang banyak pohon. Akhirnya dia lepas dan tak mau lagi saya bantu.. Baik.. tak ada lagi yang bisa saya lakukan kecuali ucapan selamat tinggal... semoga kamu bisa terbang dan menemukan indukmu.. senang bisa merawatmu meskipun hanya dua hari... kemudian saya berlalu sambil sesekali menengok ke burung tersebut...


Kantor Teknologi Informasi
Pondok Modern Gontor 3 Darul Ma'rifat
Jum'at dini hari, 24 Februari 2012

Selasa, 06 Desember 2011

Ketika sakit datang

Entah apa yang terjadi pada diriku di hari Ahad pagi.....
Aku merasa ada yang ganjal di kepalaku tapi sedikit... maka tak kuhiraukan. Aku lanjutkan pekerjaanku. kebetulan di minggu UTS santri ini aku kedapatan jadwal piket bagian. Aku kerja full... tapi saat jam menunjukkan pukul 11.00, kepalaku mulai terasa pening. Aku tak kuat... segera kuganti kemejaku dengan kaos, kutulis laporan dan menyerahkannya ke panitia ujian lalu kembali ke lab DCC. Ough... pusing... lalu.. lalu.. lalu.... bleg... aku tak sadarkan diri...

Beberapa menit kemudian, terdengar suara agak ramai... "jih.. jih.. kamu ngajar kan siang ini?? ooii.. oi.. bangun... udah jam dua tuh...". mendengar suara itu aku segera mencari di mana aku bisa melihat jam... tepat di depanku komputer masih menyala. kulihat ke ujung bawah kanan. ternyata jam masih menunjukkan pukul 12:45 ... Aaahh bohong semua... tapi aku masih duduk lemas.. rasa pusing masih menyelimuti kepalaku. beberapa menit kemudian aku berdiri dan pergi ke kamar mandi. niatku hanya ingin berwudhu tapi... perutku sakit... aku ingat... sejak pagi aku sudah buang air sebanyak 5 kali... apa jangan-jangan aku kena diare? wah... terjawab di BABku ke enam ini... okelah... badanku lemas tapi aku mencoba memaksakan untuk jalan ke kantor pendataan. di sana aku sholat dzuhur dan istirahat sejenak. lalu menulis persiapan mengajar dan mengenakan full dress ku lalu serta merta pergi ke kantor guru untuk minta tanda tangan baru aku pergi ke kelas. di kelas aku tak bisa berteriak padahal aku mengajar bahasa Inggris... Owh... yah.. aku berusaha semaksimal mungkin. setelah bel berbunyi, segera kututup dan pergi ke kamar serta merebahkan tubuhku.
Waktu Ashar tiba. Aku Sholat Ashar dan lagi-lagi buang air. Sudah ke 11 kalinya mungkin. Owh... Ya Allah... dosaku mungkin terlalu banyak... aku tersiksa... aku tak bisa melakukan apa-apa.
Setelah sholat, kupaksakan diriku untuk pergi ke balai kesehatan guna meminta obat diare. Setlah itu ak ke cafe untuk membeli sebungkus nasi karena dari tadi siang aku belum menelan sesuap nasipun. walhasil, aku tak jadi beli karena suatu hal yang tak perlu diomongkan karena menyangkut masalah sifat orang lain.
Adzan Maghrib berkumandang. Aku meminta tolong temanku untuk membeli nasi dua sekaligus untukku dan untuknya juga. sambil menunggu, aku berbaring sambil menelungkup karena kedinginan. Mana perutku sakit. Setelah temanku datang, segera ku ambil sebungkus nasi dan memakannya pelan-pelan.... usai makan, kuambil air wudhu kemudia Sholat lalu minum obat dan..... istirahat... Saat Isya', aku terbangun untuk sholat kemudian istirahat lagi. Tidurku benar-benar terganggu karena tiap 2 jam pasti ke kamar mandi untuk buang air. Keesokan harinya, sudah agak mendingan. di tengah hari aku merasa bahwa selama aku sehat, aku selalu membuang-buang waktuku untuk tidur, bercanda dan hal yang tak penting lainnya. Aku menyesalinya dan aku beranji jika sembuh aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku. Pikiranku jadi tertumpuk saat itu karena adikku menelepon untuk dijenguk. Aduh... di saat aku sakit adikku tak mau mengerti kalau aku sakit malah minta dijenguk dan bersikeras ingin pulang ke rumah tak peduli entah aku bilang sakit atau sesibuk apapun. Untungnya, aku sempat telepon rumah dan Bulik (tante) ku sudah menyiapkan dua ustadzah pengasuhan santri untuk mengurusi adikku jadi aku tak usah repot-repot ke ngawi menjemput adikku. aku bisa bernafas lega. Tapi astu hal lagi yang membuat aku khawatir. hari kamis ada Muharram Cup yang diadakan di Gontor 1. Aku sempat ditunjuk untuk mengikuti turnamen bulutangkis di Muharram Cup. Aku bingung apakah aku masih diikutkan atau tidak? karena selama ini tak ada kabar datang kepadaku tentang koordinasinya, para peserta haruis bagaimana... ternyata setelah aku lumayan sembuh di hari selasa malam (kebetulan hari itu adalah puasa Asyuro'. Meskipun sakit aku tetep puasa. Hehehe.. ga sombong lho..) aku pergi ke dapur guru untuk makan malam dan tertempel di sana nama2 peserta lomba plus dia naik apa. Ku cari namaku ternyata tidak ada.... sampai saat ini masih menjadi pertanyaan bagiku.. apakah aku masih diikutkan atau tidak??? yah... apapun yang terjadi... terjadilah... tak ada akupun Gontor 3 bisa menang... ada aku juga mungkin kalah... (eits... pesimis) gimana lagi... Hm... ini evaluasi bagiku untuk terus menjadi lebih baik dari kemarin.....

Selasa, 29 November 2011

Ujian Tengah Semester

Wow.... ujian... akhirnya... aku ujian lagi.. hahahahaaaaa... lucu? dikit.. selama ini mungkin aku kurang serius saat kuliah. Yah.. kalau dipikir-pikir, universitas mana yang tidak seperti ISID? apalagi kampus 4. hanya satu fak dan satu jurusan. materinya pun sama. bisa tanya sama senior yang semesternya lebih tinggi jika ada kesulitan. Hahaha. tapi.... banyak yang menganggap kuliah kurang penting. Kalau diseriusi, kuliah pasti hal yang disukai. Aku sendiri, kurang bisa menyeriusi kuliah ini. karena disamping kuliah aku harus mengerjakan hal lain. tapi bagaimana lagi ini harus kulakukan... sip... hanya sabar yang harus ada dalam hati dan pikiranku....

Rabu, 05 Oktober 2011

Mengajar Oh Mengajar...


Hari demi hari kulalui pengabdianku dengan penuh suka dan duka. Dari bekerja di bagian, ikut kerja bersama kuli bangunan, kuliah, dan yang ga kalah penting yaitu mengajar. Aku teringat saat aku masih santri dulu. Betapa aku tak bisa membuka mataku selebar-lebarnya saat guru mengajar pelajaran di kelas. Apalagi jika pelajaran tersebut ku benci dan suasananya vakum. Tak tahu, Allah memang Maha Berkehendak. Dulu saat ada pelajaran tarjamah, aku sering terlelap di kelas dan kebanyakan teman-temanku seperti itu. Tapi, ada hasrat yang menarikku untuk bangun. Meskipun hasrat itu lemah tapi sekali dua kali pernah membuatku terbangun di pelajaran Tarjamah ini. Ternyata rasanya beda mendengarkan penjelasan guru dengan tidur saat guru menjelaskan. Owh… sebenarnya apa yang  membuatku mengantuk saat belajar di kelas… Kini, di pengabdianku, aku mendapat jam pelajaran mengajar Tarjamah di kelas 2F Gontor 3. Sungguh, pada awalnya aku bingung bagaimana metode mengajar tarjamah kepada anak didik yang baik dan benar? Tapi, aku takkan gentar. Berbagai cara kulakukan agar kelas 2F yang kuajar ini mau mendengarkan penjelasanku. Walhasil, usahaku sia-sia. Tepat dua hari yang lalu, aku mengajar Tarjamah. Saat itu banyak sekali kelas 2F yang ramai sendiri saat aku membuka pintu pertanyaan untuk mereka. “Siapa yang kurang paham arti dari potongan ayat agar bertanya”, ujarku. Dalam suasana yang agak berisik, satu persatu bertanya dan aku menulis apa yang mereka pertanyakan di papan tulis. Papan tulis hampir penuh. Mereka masih tetap ngrumpi sendiri tak menghiraukan aku yang berdiri di depan.  Saat pintu pertanyaan akan kututup, ternyata yang tadinya berbincang-bincang sendiri kini telah menelungkupkan kepala mereka di lekukan tangan mereka dengan meletakkannya di atas meja. Dan tentunya dengan mata terpejam. Owh.. Amarahku sempat membludak. Sebenarnya masih ada yang ingin bertanya tapi aku tak menghiraukan mereka yang bertanya karena diriku terliputi oleh rasa marah. Ada lagi yang bertanya lagi-lagi tak kuhiraukan. Ada lagi dan tak kuhiraukan lagi sampai aku selesai menulis di papan tulis. Lalu, kubalikkan badan menghadap mereka. Baru ketika itu mereka terdiam dan yang tidur semakin terjun dalam mimpi indah mereka. Mata mereka tertuju padaku dengan mulut membisu. Suasana kelas tenang sejenak. Semua terdiam seribu bahasa. Kemudian, aku mulai bicara, “siapa yang ingin bertanya lagi?”. Satu orang mengangkat tangan lalu pertanyaannya ku tulis di papan tulis begitu seterusnya sampai lima orang yang bertanya. Lalu kujelskan pelajaran sampai akhir. Kulihat wajah-wajah mereka yang masih bangun. Aku… merasa trnyuh melihat wajah mereka yang antusias memperhatikan penjelasanku. Rasa trenyuhku juga disebabkan karena mereka seakan memelas ingin meminta ilmu tapi aku sebagai guru malah mementingkan amarahnya dan tak menghiraukan mereka. Tapi, rasa itu hanya berlalu sejenak. Aku sempat ingin menitikkan air mata ketika itu. Semoga mereka tak sadar akan hal ini. Bel tanda pergantian pelajaran berbunyi. Aku segera menutup pelajaran. Lalu, kuucapkan salam kepada mereka tapi….. Ketika itu setelah kututup pelajaran, aku berjalan ke meja guru untuk mengambil buku I’dad dan  Al-qur’anku lalu pergi ke arah pintu sembari mengucapkan salam. Tak tahu mereka mendengar salamku atau tidak yang jelas saat itu yang menjawab salamku sangat sedikit sekali. Di luar kelas rasa sesalku semakin menjadi-jadi… Ya Allah.. aku bingung bagaimana cara mendidik mereka… berikan petunjukMu ya Allah……

Senin, 12 September 2011

tulisan dari seorang teman di seberang sana

Senja sepi berujung merahnya mega di ufuk barat
Tatkala adzan menggema
Burung-burung berterbangan mencari tempat tuk memejamkan mata

Ya Allah....
Beriku kesempatan tuk menjadi insan bermanfaat
Ya Allah....
Beriku kemudahan tuk gapai cita dan asa

created by:
"685"

Bayangan akan penantian kini telah berujung pada sebuah kepastian..
Di mana diriku bahagia dengan kepastian yang selama ini kian membingungkan hati..
Yang membolak-balikkan segala keoptimisan pasti
Ku Bahagia dengan penantian ini...
Ku Bahagia dengan keputusan ini...
Meski berat....
Kan kujalani dengan penuh PENGABDIAN dan PENGORBANAN.....

CREATED BY:
"685"

Senin, 29 Agustus 2011

Peristiwa di Pagi Idul Fitri 1 Syawwal 1432 H

Wow... tanpa terasa hari-hari puasa kujalani dengan berbagai rintangan plus halangan dan terus menerus memborbardir imanku yang insyaallah tak akan goyah.. yeah!!! Yuhu.... hari ini hari lebaran... meskipun ada perbedaan yang 1 syawwal hari ini sama besok.. aneh! bikin orang kristen tepuk tangan aja! OK... pagi ini, sholat subuh seperti biasa truz adding (tidur pagi) lima menit , mandi, siap-siap.... tapi, gak tahu kenapa adikku yang namanya Ashja ngambek ga mau ikut sholat Id.. siapa yang ga repot? terpaksa aku sebagai anak sulung terpanggil untuk menenangkannya. sampai beberapa puluhan menit masih gak reda juga ngambeknya.. buset..!!! semua dah siap-siap tapi adikku yang satu ini masih istiqomah aja dengan ngambeknya... ngambeknya tuh bukannya tambah reda malah ngamuk kayak kesurupan sampe apa aja yang disekitarnya ditendangin... bueh... akhirnya gue minta sama ibu n adik2 biar pergi duluan biar gue sama adik gue di sini.. bersambung..

Minggu, 21 Agustus 2011

Tips JITU bag.1

Saya ada cara untuk mengunci folder tanpa pake software tambahan atau download-an dari internet.. nah begini caranya :

nah caranya pertama , bikin NEW TEXT DOCUMENT
kemudian
isi dengan :


----------------------------------------------------------------
Quote:
@ECHO OFF
titipan kunci folder
if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK
if NOT EXIST Locker goto MDLOCKER
:CONFIRM
echo Serius nich mau Kunci ??(Y/N)
set/p "cho=>"
if %cho%==Y goto LOCK
if %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Invalid choice.
goto CONFIRM
:LOCK
ren Locker "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Foldernya dah terkunci
goto End
:UNLOCK
echo Eiittt masukkan pasword dulu
set/p "pass=>"
if NOT %pass%== titipan goto FAIL
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Locker
echo Folder Unlocked successfully
goto End
:FAIL
echo Invalid password
goto end
:MDLOCKER
md Locker
echo Foldernya berhasil di buat
goto End
:End
----------------------------------------------------------------------------------


setelah itu SAVE AS dengan nama kunci.bat

nah selese
sekarang
kita klik kunci.bat nya
tar muncul folder : locker
taruh file2 kamu di sana
kemudian kalo dah selesai
tinggal klik kunci.bat lageee

mau buka???
tinggal klik kunci.bat lagi abis itu masukkan pasword : titipan
beressssssssssssssssssss...
semoga bermanfaat.....